RSS

Tragedi Trisakti, Semanggi I dan II

11 Mar

Bagaimana pun juga sebuah peristiwa yang terjadi disebuah tempat atau daerah yang melibatkan lebih dari 1 orang dalam kejadian itu serta mampu meliputi dibeberapa tempat dan teringat oleh banyak orang maka dengan sendirinya peristiwa tersebut akan disebut dengan sejarah. Namun dalam spesifikasi kata sejarah dapat juga terbagi menjadi dua bagian yang terpisah yang juga memiliki arti tersendiri. Pertama sejarah yang selalu dikenang karena peristiwa yang mengagumkan banyak orang karena peristiwa yang mengkisahkan kepahlawanan seseorang tokoh atau tempat. Sedangkan sejarah kelam, kelam dapat diartikan dengan pengartian gelap atau tak terlihat atau tak ingin di lihat. Dalam sejarah kelam ini biasanya sejarah mencatat sebagai sebuah peristiwa yang dikenang oleh orang banyak akan peristiwa yang terjadi didalamnya, namun dalam kenangan tersebut bukan sebuah kenangan yang menyenangkan, tapi lebih tepatnya dikenang karena dalam peristiwa atau sejarah tersebut terdapat orang-orang atau anggota keluarganya terlibat didalamnya hingga menghilangkan nyawa yang melebihi dari satu jiwa. Banyak peristiwa atau sejarah yang pernah terjadi di bangsa Indonesia ini, terutama sejarah yang kelam pada sisi bangsa Indonesia. Bagaimanapun juga dan karena sebab apa pun, sebuah sejarah yang terjadi, patuhnya kita menghargai sejarah itu, tanpa sejarah itu maka tanpa ada pula perubahan yang terjadi. Bagaimanpun juga sejarah tersebut telah terlanjut terukir dan tertulis di dalam sejarah negara Indonesia. Lalu pada diri kita sendiri, mari kita mengambil hikmat dari cobaan yang diberikan kepada negara ini. Siapa yang patut disalahkan?, dan siapa yang patut bertanggung jawab? Hingga saat ini tidak ada diantara kita yang mampu menjelaskan. Patutnya kita kembali bersatu padu dalam menyelesaikan segala persoalan yang telah memperkeruh persatuan dan kesatuan bangsa ini. Siapapun juga yang menjadi dalang atas terjadinya peristiwa ini, tentunya mereka ingin menghancurkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terkenal akan ketegaran dan kekuatannya dalam keyakinan berbangsa dan bertanah air. Seperti contoh sejarah kelam yang sekitar 10 tahun yang lalu pernah terjadi dan mencoreng bangsa Indonesia di mata dunia Internasional atas tindakannya yang membabi buta menghabisi anak bangsa-nya sendiri. Anak bangsa yang bahwa kelak nanti membawa bangsa ini sendiri ke Indonesia di masa depan. Bagaimana pun juga semua itu merupakan hal dan peristiwa yang telah berlalu dan meski sangat amat disayangkan dialami oleh bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai bangsa yang sopan dan baik hati.

Kejatuhan perekonomian Indonesia sejak tahun 1997 membuat pemilihan pemerintahan Indonesia saat itu sangat menentukan bagi pertumbuhan ekonomi bangsa ini supaya dapat keluar dari krisis ekonomi. Pada bulan Maret 1998, MPR saat itu walaupun ditentang oleh mahasiswa dan sebagian masyarakat tetap menetapkan Soeharto sebagai Presiden RI. Tentu saja ini membuat mahasiswa terpanggil untuk menyelamatkan bangsa ini dari krisis dengan menolak terpilihnya kembali Soeharto sebagai Presiden. Cuma ada jalan demonstrasi supaya sura mereka didengarkan.

Demonstrasi digulirkan sejak sebelum Sidang Umum MPR 1998 diadakan oleh mahasiswa Yogyakarta dan menjelang serta saat diselenggarakan SU MPR 1998 demonstrasi mahasiswa semakin menjadi-jadi di banyak kota di Indonesia termasuk Jakarta, sampai akhirnya berlanjut terus hingga Mei 1998. insiden besar pertama kali adalah pada tanggal 2 Mei 1998 di depan kampus IKIP Rawamangun Jakarta, karena mahasiswa dihadang Brimob dan di Bogor karena mahasiswa non-IPB ditolak masuk ke dalam kampus IPB sehingga bentrok dengan aparat. Saat itu demonstrasi gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta merencanakan untuk secara serentak melakukan demonstarasi turun ke jalan di beberapa lokasi sekitar Jabotabek. Namun yang berhasil mencapai jalan hanya di Rawamangun dan di Bogor sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan puluhan mahasiswa luka dan masuk rumah sakit.
Setelah keadaan semakin panas dan hampir setiap hari ada demonstrasi tampaknya sikap Brimob dan militer semakin keras terhadap mahasiswa apalagi sejak mereka berani turun ke jalan.

Pada tanggal 12 Mei 1998 ribuan mahasiswa Trisakti melakukan demostrasi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden Indonesia saat itu yang telah terpilih berulang kali sejak awal orde baru. Mereka juga menuntut pemulihan keadaan ekonomi Indonesia yang dilanda krisis sejak tahun 1997.
Mahasiswa bergerak dari kampus Trisakti di Grogol menuju ke gedung DPR/MPR di Slipi. Namun mahasiswa dihadang oleh aparat kepolisian yang mengharuskan mereka kembali ke kampus dan sore harinya terjadilah penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. Penembakkan itu berlangsung sepanjang sore hari dan mengakibatkan empat mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan puluhan orang lainnya baik mahasiswa dan masyarakat masuk rumah sakit karena terluka.

Keempat mahasiswa Trisakti yang menjadi korban penembakkan yang berujung meninggalnya mahasiswa tersebut, antara lain adalah :

1.Elang Mulya Lesmana

2.Heri Hertanto

3.Hafidin Royan

4.Hendriawan Sie

( 20 tahun, Mahasiswa Trisakti, Jakarta. Gugur dalam Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998)
Lahir tahun 1978, adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti yang meninggal karena ditembak sewaktu berlangsungnya demonstrasi mahasiswa yang menuntut reformasi atas pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto pada tanggal 12 Mei 1998. peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Tragedi Trisakti.
Hendriawan Sie ditembak pada bagian lehernya ketika ia berdiri dibalik pagar, di lingkungan kampus Trisakti. Ia segera dibawa ke rumah sakit Sumber Waras yang tidak jauh dari kampus tersebut, namun nyawanya tidak tertolong. Hendriawan dikebumikan di TPU Islam Al Kamal, Jakarta Barat.
Kematian Hendriawan bersama tiga rekannya disusul oleh “Peristiwa 13 Mei” yang diwarnai oleh pemerkosaan, pembunuhan dan pembakaran terhadap sejumlah perempuan Tionghoa Indonesia. Bersamaan dengan itu terjadi pula pembakaran atas sejumlah gedung, toko dan pusat perbelanjaan yang menelan ribuan korban jiwa yang ikut terbakar di dalamnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2011 in Jasmerah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: